BPS Kota Sorong: Inflasi September 2026 Sebesar 1,11 Persen, TPK Hotel Agustus 2026 Turun 1,35 Poin - Berita dan Siaran Pers - Badan Pusat Statistik Kota Sorong

Dalam rangka mengidentifikasi kebutuhan data dan kepuasan layanan BPS, mohon partisipasi Saudara dalam Survei Kebutuhan Data 2024 pada link berikut

BPS Kota Sorong telah menerbitkan 289 publikasi sampai bulan Mei 2024. Klik Link untuk dapat melihat publikasi-publikasi BPS Kota Sorong.

Anda Butuh Data? Kami Siap Melayani. Pelayanan Statistik Terpadu BPS Kota Sorong buka pada hari kerja pukul 08.00-15.30 WIB

Beranda

Produk - Berita dan Siaran Pers

BPS Kota Sorong: Inflasi September 2026 Sebesar 1,11 Persen, TPK Hotel Agustus 2026 Turun 1,35 Poin

BPS Kota Sorong: Inflasi September 2026 Sebesar 1,11 Persen, TPK Hotel Agustus 2026 Turun 1,35 Poin

BPS Kota Sorong: Inflasi September 2026 Sebesar 1,11 Persen, TPK Hotel Agustus 2026 Turun 1,35 Poin

1 Oktober 2026 | Kegiatan Statistik Lainnya


BPS Kota Sorong: Inflasi September 2026 Sebesar 1,11 Persen, TPK Hotel Agustus 2026 Turun 1,35 Poin

Sorong, (1/10) — Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Sorong merilis perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) dan inflasi Kota Sorong September 2026, sekaligus Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel Agustus 2026. Data inflasi dihitung berdasarkan hasil Survei Harga Konsumen (SHK) yang dilaksanakan BPS Kota Sorong pada September 2026. Sementara itu, indikator pariwisata diperoleh berdasarkan Survei VHTS dengan sampel sebanyak 34 hotel di Kota Sorong.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala BPS Kota Sorong sekaligus Kepala Subbagian Umum BPS Kota Sorong, Tri Rotua Maulina Siagian, mengatakan bahwa pada September 2026 Kota Sorong mengalami inflasi secara bulanan atau month-to-month (m-to-m) sebesar 1,11 persen. Secara tahunan atau year-on-year (y-on-y), inflasi tercatat sebesar 5,47 persen, sedangkan inflasi tahun kalender atau year-to-date (y-to-d) mencapai 4,68 persen.

“Pada bulan September 2026, secara month-to-month Kota Sorong mengalami inflasi sebesar 1,11 persen, inflasi tahun ke tahun sebesar 5,47 persen, dan inflasi tahun kalender sebesar 4,68 persen,” ujar Tri Rotua Maulina Siagian.

Inflasi Bulanan September 2026

Tri menjelaskan, apabila dibandingkan dengan September 2025, ketika Kota Sorong mengalami deflasi sebesar 0,21 persen, kondisi pada September 2026 berbalik menjadi inflasi sebesar 1,11 persen. Dalam periode satu tahun terakhir, Kota Sorong tercatat mengalami delapan kali inflasi dan lima kali deflasi. Inflasi tertinggi terjadi pada Juni 2026 sebesar 2,06 persen, sedangkan deflasi terdalam terjadi pada Februari 2026 sebesar minus 0,81 persen.

Berdasarkan kelompok pengeluaran, inflasi tertinggi pada September 2026 terjadi pada kelompok Transportasi dengan tingkat inflasi sebesar 2,67 persen dan memberikan andil inflasi sebesar 0,27 persen. Sementara itu, kelompok Pakaian dan Alas Kaki mengalami deflasi terdalam sebesar 0,60 persen, dengan andil deflasi sebesar 0,02 persen.

Adapun andil inflasi terbesar pada September 2026 berasal dari kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau, yaitu sebesar 0,75 persen. “Kelompok transportasi mengalami inflasi tertinggi, tetapi dari sisi andil, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang inflasi terbesar pada September 2026,” jelas Tri.

Komoditas yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi month-to-month September 2026 adalah ikan tuna sebesar 0,18 persen, cabai rawit sebesar 0,16 persen, angkutan udara sebesar 0,13 persen, sawi hijau sebesar 0,13 persen, dan pemeliharaan atau service sebesar 0,12 persen.

Sementara itu, komoditas yang memberikan andil terhadap deflasi antara lain bahan bakar rumah tangga sebesar 0,09 persen, daging ayam ras sebesar 0,06 persen, ikan ekor kuning sebesar 0,03 persen, minyak goreng sebesar 0,03 persen, dan wortel sebesar 0,02 persen.

Tri mengatakan, secara umum pergerakan indeks harga konsumen pada periode tersebut dipengaruhi oleh dinamika harga komoditas pangan, khususnya produk perikanan dan hortikultura, tarif transportasi, serta energi rumah tangga.

Inflasi Tahunan September 2026

Secara year-on-year, Kota Sorong mengalami inflasi sebesar 5,47 persen pada September 2026. Angka tersebut meningkat dibandingkan Agustus 2026 yang mencatat inflasi y-on-y sebesar 4,08 persen. Jika dibandingkan dengan September 2025 yang sebesar 0,83 persen, inflasi September 2026 juga menunjukkan peningkatan.

Tri menjelaskan, kenaikan inflasi September 2026 dibandingkan September 2025 terutama berkaitan dengan lonjakan harga tiket pesawat.

“Jika dilihat menurut kelompok pengeluaran, inflasi tertinggi terjadi pada kelompok transportasi sebesar 14,18 persen dengan andil inflasi sebesar 1,35 persen. Namun, andil inflasi terbesar berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 2,47 persen,” katanya.

Berdasarkan kelompok pengeluaran, kelompok Transportasi mencatat inflasi y-on-y tertinggi, yakni 14,18 persen, dengan andil sebesar 1,35 persen. Berikutnya, kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau mengalami inflasi sebesar 6,32 persen, dengan andil terbesar terhadap inflasi umum, yaitu 2,47 persen.

Sementara itu, kelompok Pakaian dan Alas Kaki mengalami deflasi sebesar 0,40 persen, dengan andil deflasi sebesar 0,01 persen.

Kelompok pengeluaran lainnya yang mengalami inflasi secara tahunan meliputi Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar Rumah Tangga sebesar 2,69 persen, Perlengkapan, Peralatan, dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga sebesar 2,48 persen, Kesehatan sebesar 2,74 persen, Informasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan sebesar 5,17 persen, Rekreasi, Olahraga, dan Budaya sebesar 6,70 persen, Pendidikan sebesar 1,95 persen, Penyediaan Makanan dan Minuman/Restoran sebesar 5,30 persen, serta Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya sebesar 3,26 persen.

Komoditas Penyumbang Inflasi Tahunan

Dari sisi komoditas, penyumbang inflasi y-on-y terbesar pada September 2026 adalah angkutan udara sebesar 1,00 persen, diikuti ikan kembung/ikan gembung/ikan banyar/ikan gembolo/ikan aso-aso sebesar 0,30 persen, bahan bakar rumah tangga sebesar 0,27 persen, ikan tuna sebesar 0,26 persen, dan emas perhiasan sebesar 0,19 persen.

Sementara komoditas yang memberikan andil terhadap deflasi y-on-y adalah tomat sebesar 0,20 persen, kangkung sebesar 0,11 persen, ikan layang/ikan benggol sebesar 0,08 persen, sawi hijau sebesar 0,07 persen, dan telur ayam ras sebesar 0,06 persen.

“Angkutan udara menjadi pendorong utama inflasi secara tahunan. Hal ini mengindikasikan adanya kenaikan tarif tiket pesawat yang signifikan secara tahunan,” ujar Tri.

Kelompok Utama Penyumbang Inflasi

Dalam ringkasan inflasi September 2026, Tri menyampaikan bahwa secara bulanan, penyumbang utama inflasi berasal dari kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau dengan andil sebesar 0,75 persen.

Komoditas utama yang memberikan andil terhadap inflasi m-to-m tersebut adalah ikan tuna, cabai rawit, angkutan udara, sawi hijau, pemeliharaan/service, ayam goreng, Sekolah Menengah Pertama, kacang panjang, ikan kembung/ikan gembung/ikan banyar/ikan gembolo/ikan aso-aso, dan tomat.

Sementara itu, secara tahunan, terdapat tiga kelompok utama yang memberikan andil terhadap inflasi September 2026. Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau memberikan andil sebesar 2,47 persen, dengan komoditas utama berupa ikan tuna, ikan kembung/ikan gembung/ikan banyar/ikan gembolo/ikan aso-aso, cabai rawit, ikan teri, cabai merah, ikan asap, ikan kuwe/ikan cepa, beras, ikan kakap merah, dan ikan tongkol/ikan ambu-ambu.

Kelompok Transportasi memberikan andil sebesar 1,35 persen, dengan komoditas utama berupa angkutan udara, bensin, pemeliharaan/service, pelumas/oli mesin, perbaikan ringan kendaraan, mobil, sepeda motor, solar, biaya pengiriman barang, dan ban luar motor.

Sementara kelompok Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar Rumah Tangga memberikan andil sebesar 0,49 persen, dengan komoditas utama berupa bahan bakar rumah tangga, cat tembok, seng, sewa rumah, semen, keramik, kayu balokan, kayu lapis, dan besi beton.

Tingkat Penghunian Kamar Hotel Agustus 2026

Selain perkembangan inflasi, BPS Kota Sorong juga merilis perkembangan Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel Agustus 2026 berdasarkan survei VHTS dengan sampel sebanyak 34 hotel di Kota Sorong. Untuk hotel bintang, TPK pada Agustus 2026 tercatat sebesar 43,79 persen, turun 0,46 poin dibandingkan Juli 2026 yang sebesar 44,25 persen. Rata-rata lama menginap tamu (RLMT) hotel bintang secara umum pada Agustus 2026 tercatat sebesar 1,61 hari, turun 0,41 poin dibandingkan Juli 2026 yang sebesar 2,02 hari.

Sementara itu, RLMT tamu asing hotel bintang pada Agustus 2026 sebesar 1,14 hari, turun 0,35 poin dibandingkan Juli 2026 yang sebesar 1,49 hari. RLMT tamu domestik tercatat sebesar 1,67 hari, turun 0,39 poin dibandingkan Juli 2026 yang sebesar 2,06 hari. “Untuk indikator pariwisata hotel bintang, Tingkat Penghunian Kamar pada bulan Agustus 2026 sebesar 43,79 persen, turun dibandingkan bulan Juli 2026 yang sebesar 44,25 persen,” jelas Tri.

Hotel Nonbintang

Pada hotel nonbintang, TPK Agustus 2026 tercatat sebesar 22,79 persen, turun 2,99 poin dibandingkan Juli 2026 yang sebesar 25,78 persen. RLMT total hotel nonbintang pada Agustus 2026 sebesar 1,06 hari, turun 0,01 poin dibandingkan Juli 2026 yang sebesar 1,07 hari. RLMT tamu asing tercatat sebesar 1,00 hari, atau tidak mengalami perubahan dibandingkan Juli 2026. Sementara RLMT tamu domestik sebesar 1,06 hari, turun 0,01 poin dibandingkan Juli 2026 yang sebesar 1,07 hari.

TPK Hotel Kota Sorong Secara Keseluruhan

Secara keseluruhan, TPK hotel di Kota Sorong pada Agustus 2026 mencapai 36,63 persen, turun 1,35 poin dibandingkan Juli 2026 yang sebesar 37,98 persen. Rata-rata lama menginap tamu hotel di Kota Sorong secara umum tercatat 1,47 hari, turun 0,27 poin dibandingkan Juli 2026 yang sebesar 1,74 hari. Untuk tamu asing, RLMT tercatat sebesar 1,14 hari, turun 0,34 poin dibandingkan Juli 2026 yang sebesar 1,48 hari. Sementara RLMT tamu domestik mencapai 1,50 hari, turun 0,25 poin dibandingkan Juli 2026 yang sebesar 1,75 hari.

Tri Rotua Maulina Siagian menyampaikan bahwa seluruh indikator tersebut merupakan bagian dari informasi statistik yang secara berkala dirilis BPS Kota Sorong untuk memberikan gambaran mengenai perkembangan harga konsumen dan aktivitas sektor pariwisata di Kota Sorong.

“Demikian penyampaian rilis Tingkat Penghunian Kamar (TPK) bulan Agustus 2026 sekaligus rilis IHK dan inflasi Kota Sorong September 2026,” tutup Tri Rotua Maulina Siagian.

Badan Pusat Statistik

Badan Pusat Statistik

Badan Pusat Statistik Kota Sorong (Statistics of Sorong Municipality)Jln. Merpati No.7

Kelurahan Remu Utara

Kota Sorong

Papua Barat. E-mail: [email protected]

logo_footer

Hak Cipta © 2023 Badan Pusat Statistik